Masihkah Efektif Kah PBN di Era Panda 4.1 & Penguin 3.0 ?? Let’s Diggin’ !!

PBN (Private Blog Network) setahun belakangan ini selaku topik yang paling banyak dibahas di dalam dunia SEO, baik lokal maupun luar.

image

Optimasi website oleh mengandalkan sekumpulan blog network yang rata-rata terdiri dari domain-domain expired dengan profile yang bagus (Aged, DA PA tinggi, punya quality backlinks, ber-PR) ini cukup meluap diminati lantaran efek yang dibuahi cukup signifikan buat mengangkat website utama di SERP.

Meski, update algoritma google terakhir yang menyasar ke thin content with little or no add value (konten yang bapet informasi) banyak melemparkan beberapa blog-blog network besar, positif yang go public (dijual) maupun yang asli private bakal digunakan ownernya individual.

Update algoritma google yang berefek kepada banyaknya blog network yang dideindex kemaren kiranya tidak sejati ulah manusiamesin google (seperti yang suah saya tulis disini).

Manual action oleh karyawan google meluap diyakini oleh para webmaster ikut andil dalam prosedur deindex besar-besaran itu. Terutama untuk blog-blog network besar yang tidak sanggup di kill melalui metode footprint.

Seperti ditulis oleh NoHatDigital, separuh domain di dalam blog network mereka di deindex oleh google biar domain-domain tersebut belum dipasang apa-apa (belum di instal cms & belum ada content), ada juga domain-domain yang di deindex karena berada dalam 1 registrar (rindu untuk ini mereka enggak menjelaskan apakah domain-domain itu diberi whois privacy maupun tidak). Sedang menurut NoHatDigital, untuk domain yang belum diinstal apa-apa, kemungkinan ‘footprint’ yang dipakai adalah google auction.

Sebab domain-domain mereka tersebut seluruhnya didapat dari dapatan lelang di Godaddy. Jadi, sebelum update algoritma, para karyawan google menghimpun list domain-domain yang diduga digunakan untuk PBN serta ketika durasi update tiba, domain-domain tersebut di punish secara bertepatan untuk membuat efek kebimbangan dikalangan penggiat SEO. Sebuah analisa yang menurut saya cukup masuk akal.

PBN sungguh melanggar aturan dasar google, adalah memanipulasi link buat mendapatkan peringkat yang lebih baik di SERP. Tapi, google tidak kelihatannya menggunakan bukupetunjuk action untuk mempenalty semua PBN yang ada. Tampak ratusan ribu domain serta website baru setiap harinya, tidak kelihatannya karyawan mereka bisa mengatasi & menghandle satu-persatu. Jadi tetap, penyelesaian terbaik mereka ialah dengan memanfaatkan footprint. Dan dari data-data yang pernah saya kumpulkan dari beragam sumber, terutama dari website-website authority luar, poin yang setidaknya krusial ialah Registrar dan IP Hosting. Bila sebuah PBN dibangun dari 1 registrar yang serupa, dan hosting yang pun sama (tanpa IP khas, minimal C class) sehingga ini adalah suatu sasaran yang sungguh empuk untuk Google.


Jika anda memutuskan bakal menggunakan PBN menjadi salah satu strategi SEO, terdapat banyak poin yang harus anda perhatikan, supaya blog network yang anda bangun awet beserta tidak terdeteksi radar Google. Berikut ini adalah poin-poin utama yang harus anda perhatikan :

a. Registrar (pakai registrar yang berbeda-beda, contoh Godaddy, Name.com, Dynadot, danlain-lain. Tentu dengan memakai keterangan contact yang berbeda-beda juga. Janganlah lupa di whois protection juga)
b. klik ini (pakai hosting berbeda-beda beserta minimal C Class IP, mengenakan CDN untuk masking nameserver)
c. Variasi CMS (tidak harus, walaupun apabila berbeda-beda tentu tentu lebih baik & lebih natural)
d. Alterasi Theme
e. Variasi Permalink
f. Alterasi Plugin
g. Variasi halaman Contact, Privacy Policy, TOS, dll
h. Disimilaritas TLD, .com, .net, .org dsb.
i. Takdiperbolehkan di linkwheel
j. DA PA TF CF makin tinggi kian bagus (patokan tergantung per personal)
k. Tiada register domain di hari yang serupa
l. Konten berkualitas (kian unik serta memberikan value ke visitor makin bagus)

Bersama memperhatikan poin-poin diatas, semoga PBN yang nantinya anda bangkit bisa lebih abadi dan lebih alami bagi search engine.

Aku sendiri berbicara bahwa PBN masih sangat-sangat efektif beserta powerful, dan sanggup di customize sesuai keperluan agar merep
Sign In or Register to comment.